Langsung ke konten utama

Malam Masih Sama



Pada akhirnya.. 
malam dengan keramaian sisa idul fitri ini yg menemaniku, 
ramai..tapi tetap terasa sepi.  

Entah bagaimana aku menjelaskan kembali hasrat yg dalam untuk berjumpa denganmu, 
engkau yg kini hilang bak debu yg terbawa angin. 

Malam masih sama seperti kemarin, 
masih terusik akan senja yg datang dengan berisik pujangga..
yg mencoba merangkai bait bait kata.Tidakkah kita akan bertemu?
Menghabiskan waktu..
untuk sekedar menikmati sudut alun alun kota dengan secangkir cerita?? 
Tidakkah kau pernah merindu akan suatu malam tanpa bulan?? 

Malam masih sama seperti kemarin, 
ramai..namun sepi, 
haruskah aku berteriak kepada sang malam agar ia mampu mengerti??

Kau masih kuingat hingga kini, 
kaulah yg membawa benderang ditengah tengah pekat petang.

Malam masih sama seperti kemarin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia

Ini adalah malam kesekian aku merindu tentangmu Kau yang diam diam aku kagumi Kau yang diam diam aku rindukan Bersama angin, rinduku berhembus Apakah kau tau bahwa aku merindumu? Apakah kau tau bahwa aku diam diam menantimu?? Atau kau sebenarnya tau, namun tak mau tau, dan masa bodoh akan semuanya. Dan bersama desiran angin dimalam ini, sejenak aku titipkan rindu seraya berbisik dan bertanya kepada angin akankah kau juga merasakan rindu yang sama?? Entahlah.. Aku ini bodoh atau tak tau malu Merindukan kau yang mungkin sekarang sedang tertawa menang Sementara aku dihujam rindu yang tak henti henti Selamat.. Kau adalah pemenang Kau adalah benderang Dan aku.. Manusia yang untuk kesekian kalinya merindu tentangmu.

Lamun

Bila, pertemuan mampu entaskan rindu canda bisa entaskan lara dan tawa mampu menghidupkan suasana Lalu, masihkah kau akan mencariku ? sebagaimana aku menanyakan kabarmu, sebagraimana aku diam - diam kebingungan mencarimu ketika tak dapat kutemukan engkau pada hari itu. Bila, diam adalah cara terbaik untuk mencinta dan ungkap hanya menghadirkan lara dan luka Lantas untuk apa ? untuk apa aku, dan segala keakuanku dengan lantang serta dengan segala kenaifan mengungkapkan rasa yang benar - benar ada ? jika segala tanya tak pernah kau pertanyakan kembali ? Bila, kagum dalam diam adalah hal terbaik yang bisa didapat, biarlah, biarlah aku terempas dalam keterasingan hingga lembah paling dalam, agar engkau, agar engkau dapat tersenyum lepas, senyum yang akan selalu aku nikmati, dalam diamku.