Langsung ke konten utama

Postingan

Manusia

Ini adalah malam kesekian aku merindu tentangmu Kau yang diam diam aku kagumi Kau yang diam diam aku rindukan Bersama angin, rinduku berhembus Apakah kau tau bahwa aku merindumu? Apakah kau tau bahwa aku diam diam menantimu?? Atau kau sebenarnya tau, namun tak mau tau, dan masa bodoh akan semuanya. Dan bersama desiran angin dimalam ini, sejenak aku titipkan rindu seraya berbisik dan bertanya kepada angin akankah kau juga merasakan rindu yang sama?? Entahlah.. Aku ini bodoh atau tak tau malu Merindukan kau yang mungkin sekarang sedang tertawa menang Sementara aku dihujam rindu yang tak henti henti Selamat.. Kau adalah pemenang Kau adalah benderang Dan aku.. Manusia yang untuk kesekian kalinya merindu tentangmu.

Rumah

Tak pelak, di balik kerak malam nan sunyi dengan teriakan nyaring pedagang sate depan gang, aku membayang. Tentang canda, tentang gurau manja, tentang kelahi, tentang tempat mengadu, tentang rumah. Rumah.. Ya, aku rindu, akan rumah mungil yang memiliki cerita di tiap sudutnya berandai aku dapat kembali kemasa dimana waktu masih belum aku kenal. dibalik himpitan hutan beton dan sudut gang kecil, aku merenung. Tentang ayah, ibu, dan adik adikku yang lucu. diri ini masih selalu berkelahi dengan waktu, ayah. diri ini masih berkubang dengan rindu, ibu. diri ini masih menapak jejak di jalan setapak yang semakin menanjak. Masih dengan rindu yang tak tahu malu menghujamiku, seolah mengisyaratkan diri untuk pulang...