Tak pelak, di balik kerak malam nan sunyi dengan teriakan nyaring pedagang sate depan gang, aku membayang.
Tentang canda, tentang gurau manja, tentang kelahi,
tentang tempat mengadu, tentang rumah.
Rumah..
Ya, aku rindu, akan rumah mungil yang memiliki cerita di tiap sudutnya
berandai aku dapat kembali kemasa dimana waktu masih belum aku kenal.
dibalik himpitan hutan beton dan sudut gang kecil, aku merenung.
Tentang ayah, ibu, dan adik adikku yang lucu.
diri ini masih selalu berkelahi dengan waktu, ayah.
diri ini masih berkubang dengan rindu, ibu.
diri ini masih menapak jejak di jalan setapak yang semakin menanjak.
Masih dengan rindu yang tak tahu malu
menghujamiku, seolah mengisyaratkan diri
untuk pulang...
Tentang canda, tentang gurau manja, tentang kelahi,
tentang tempat mengadu, tentang rumah.
Rumah..
Ya, aku rindu, akan rumah mungil yang memiliki cerita di tiap sudutnya
berandai aku dapat kembali kemasa dimana waktu masih belum aku kenal.
dibalik himpitan hutan beton dan sudut gang kecil, aku merenung.
Tentang ayah, ibu, dan adik adikku yang lucu.
diri ini masih selalu berkelahi dengan waktu, ayah.
diri ini masih berkubang dengan rindu, ibu.
diri ini masih menapak jejak di jalan setapak yang semakin menanjak.
Masih dengan rindu yang tak tahu malu
menghujamiku, seolah mengisyaratkan diri
untuk pulang...
Komentar
Posting Komentar